Mancing Mania Trans 7 Episode "Jigging Blue Merlin"

Diposkan oleh Dedie


JANGAN LEWATKAN !!

Dengan joran yang kecil,Bayu Noer berhasil mengangkat seekor Blue Marlin Raksasa seberat 150 kilogram!! Sungguh aksi fight yang luar biasa di perairan terluar bagian barat Indonesia!

Jangan Lewatkan episode " Jigging Blue Marlin"
Minggu, 8 Maret 2009
pukul 16.00 WIB

hanya di Mancing Mania Trans7!!

Tim Bertubi Tubi adalah nama dadakan yang diusulkan oleh Wahyu Tamaela untuk digunakan sebagai nama tim. Ide ini muncul karena banyolan (humor) segar serta semangat luar biasa dari Freddy (56 tahun), anggota tertua dalam ekspedisi ini. Sebentar-sebentar Freddy ini selalu menyebut “Wah bertubi-tubi banget ya ikannya” saat kami sedang popping GT. Maka jadilah tim ini dinamakan Tim Bertubi Tubi.

Tim terdiri dari reporter kami Michael Risdianto, Bayu Noer Rachman dan Gilang Gumilang (Trans 7), Rudi Hadikesuma dan Wahyu Tamaela (Dream Zone Surabaya/Bali), Santoso (Surabaya) dan Freddy (Tuban). Mereka tiba di Banda Aceh pada tanggal 12 Februari dan langsung menuju basecamp ekspedisi di Desa Iboih, Pulau Weh.

Pulau Weh berada persis di depan ujung barat daya Pulau Sumatera. Dari Banda Aceh, dapat ditempuh dengan kapal cepat selama 40 menit. Sedangkan Desa Iboih adalah desa kecil nan indah yang merupakan salah satu pusat berkumpulnya para turis diving dari berbagai negara. Desa ini terletak di 8 kilometer sebelum Kilometer Nol Republik Indonesia.

Ekspedisi ini sekaligus merupakan fishing trip pertama dari para pemancing luar daerah Aceh sebagai bentuk respon dimuatnya liputan potensi mancing di Tanah Nanggroe di Majalah Mancing edisi Februari 2009 hasil liputan reporter kami pada bulan Desember 2008. Hasil dari trip Tim Bertubi Tubi ini malah lebih luar biasa dibandingkan dengan perjalanan reporter kami sebelumnya karena selama 5 hari memancing selain berhasil memancing giant trevally besar di atas 40 kg dalam jumlah banyak (semua dirilis), Tim Bertubi Tubi juga berhasil memancing seekor Blue Marlin dengan perkiraan berat 150 kg pada hari terakhir ekspedisi.

Uniknya blue marlin ini bukan menyambar umpan trolling ataupun umpan koncer, melainkan menyambar metal jig milik Bayu Noer Rachman saat kami sedang jigging di sebuag spot dogtooth tuna. Diperlukan waktu hampir 2.5 jam untuk menaklukkan blue marlin ini karena piranti yang digunakan oleh Bayu hanyalah piranti jigging kelas medium. Rod HOTS Fake Lez 50H, Stella 8000, benang PE4 (itupun hanya 300 meter panjangnya), dan leader monofilamen 80 lbs. Namun berkat kerjasama yang solid dari seluruh tim dan kru KM. Dian Sabang, ikan yang dalam bahasa Aceh disebut thuk ini akhirnya berhasil ditaklukkan. Sungguh sebuah kenangan tak terlupakan bagi seluruh tim terutama bagi Bayu Noer Rachman karena berhasil memancing blue marlin di perairan yang sudah berbatasan dengan negara lain. Sayangnya karena terlalu lama fight, ikan marlin ini keburu mati sehingga tidak mungkin lagi dilakukan Cn’R.

Jangan lupa juga simak selalu program Mancing Mania di Trans 7 untuk menyaksikan detik-detik menegangkan memancing blue marlin 150 kg dengan piranti jigging. Atau Anda tidak sabar lagi dan langsung ingin berangkat ke Pulau Weh untuk memancing sendiri? Silahkan!(MancingOnline.Com)

This entry was posted on 05.20 and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Poskan Komentar (Atom) .

1 komentar

Klu mau ke pulau rondo, kabupaten sabang, provinsi aceh, ane ikutan bole,,,
Kebetulan ane kemarin dapat na cuma 30kg black marlin,,,
Mash penasaran main troling d rondo,